Ahdaf

Ahdaf adalah berarti beberapa sasaran atau bidikan yaitu beberapa tujuan yang menjadi pencapaian di Pondok Pesantren Al Ghazali sabreh, Adapun 4 ahdaf / tujuan tersebut adalah :

1. ILMU

Di mana para santri terlebih dulu akan di bekali dengan ilmu pengetahuan agama baik yang di dapat dengan sistem pendidikan klasikal ataupun melalui sistem pendidikan halaqoh tradisional, formal ataupun non formal

2. AMAL

yaitu suatu pengamalan terhadap ilmu-ilmu yang sudah di pelajari di pesantren karna amal adalah merupakan ruhul ilmi / ruhnya ilmu.

3. TAZKIYAH

Tazkiyah berarti penyucian hati dari sifat-sifat tercela seperti takabbur, riya’, ujub, hasud..dll karena itulah yang sepantasnya menjadi akhlak dari pada santri-santri Pondok Pesantren Al Ghazali sabreh

4. DAKWAH

Dakwah berarti menyeru, mengajak seluruh umat manusia kepada kebaikan kepada jalan yang di ridlohi oleh allah, santri  Pondok Pesantren Al Ghazali sabreh harus bisa berdakwah, berceramah menyuru kepada kebaikan dengan memperhatikan  uslub dakwah nabawiyah / metode dakwah nabawy dengan kemampuan masing-masing santri.

Inilah 4 tujuan utama dari Pondok Pesantren Al Ghazali sabreh yaitu ILMU, AMAL, TAZKIYAH, DAKWAH yaitu dengan misi :

” mempersiapkan generasi pewaris para nabi, dan penegak panji-panji mahabbah lillah walirosulillah serta mencetak calon pemimpin umat masa depan yang mempunyai kedalama ilmu agama, beramal sholeh, berakhlaq mulai, dan mampu berdakwah  dengan landasan keimanan dan kecintaan kepada nabi muhammad saw”

(Agus Zainul arifin fachruddin)

ILMU :

AL-ILMU

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Artinya : “Allah menyatakan bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain dia, yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu juga menyatakan demikian, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain dia yang maha perkasa lagi maha biaksana.” (QS Ali Imran : 18)

Ketuhuilah bahwa menuntut ilmu itu lebih luhur dan lebih utama dari pada semua amal ibadah kepada Alloh karena ilmu adalah pondasi dari seluruh ibadah dan sumber dari seluruh kebaikan dunia dan akhirat, ilmu adalah bekal utama untuk menuju Alloh SWT. Maka dari itulah para Santri di Pondok Pesantren Al Ghazali sabreh pertama kali akan di bekali dengan ilmu agama dan iptek (Ilmu pengetahuan dan teknologi) dengan menerapkan dua sistem pendidikan yang berjalan secara berdampingan.

1. Classical (Madrosiyah) di sesuaikan dengan kemampuan masing – masing santri dengan mata pelajaran yang telah di bakukan sebagai tingkatan – tingkatan pembelajaran di mulai pada pertengahan bulan Syawal sampai pada akhir bulan rojab di setiap tahunnya. Dengan masa libur 3 kali dalam setahun yakni liburan hari raya kurban, liburan Maulid dan liburan bulan Ramadhan.

2. Tradisional (Halaqoh) yaitu berupa pengajian sorogan diskusi, musyawarah dan bahsul masail dengan kupas problema masalah keagamaan terkini.

Dan kedua system pendidikan di atas semuanya bersifat wajib bagi para santri dengan klasifikasi kemampuan masing – masing santri

AMAL :

AL-AMAL

Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah

اللهم أنى أعوذ بك من علم لا ينفع ومن قلب لا يخشع، ومن نفس لا تشبع ، ومن دعاء لا يسمع”

‘Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari nafsu yang tidak puas, dan dari do’a yang tidak didengar”. (HR. Muslim : 1295, At-Tirmidzi dan An Nasai (8/263) dari hadits Zaid bin Arqom)

Itulah salah satu di antara do’a nabi Muhammad saw bagaimana nabi meminta penjagaan diri kepada allah dari ilmu yang tidak bermanfa’at (tidak mengamalkan ilmu) Nabi Muhammad SAW pernah menceritakan ketika beliau dalam perjalanan Isro’ Mi’roj, beliua bertemu dengan sekelompok orang memotong lidahnya dengan gunting yang terbuat dari api. Kemudian nabi bertanya: siapa kalian? Mereka pun menjawab: kami suka memerintah kebaikan, tapi kami enggan melaksanakan, dan kami melarang kejelekan, tapi malah kami melakukan.

Begitulah gambaran orang-orang yang tidak mau menjalankan apa yang telah mereka ketahui. Sebagaimana dalam Hadits Nabi SAW:

“Ketika aku perjalanan Isro’ Mi’roj, aku bertemu dengan sekelompok orang memotong lidahnya dengan gunting yang terbuat dari api. Kemudian aku bertanya: siapa kalian? Mereka pun menjawab: kami suka memerintah kebaikan, tapi kami enggan melaksanakan, dan kami melarang kejelekan, tapi malah kami melakukan,”

Itu semua menunjukkan bahwa tujuan dari ilmu adalah untuk di amalkan dan semata – mata karena untuk beribadah kepada allah swt karena perjalanan menuju Alloh tidaklah cukup hanya dengan bekal ilmu agama semata tapi juga dengan mengamalkan ilmu-ilmu yang telah di pelajarinya karena amal adalah ibadah dan ibadah adalah buah dari pada ilmu, dari itulah Pesantren elhasani tidak hanya mentransfer ilmu kepada para santri-santrinya tapi Pondok Pesantren Al Ghazali sabreh juga memberikan teladan yang baik dengan mengamalkan ilmu yang telah di pelajarinya.

TAZKIYAH :

AT-TAZKIYAH

لَقَدْ مَنَّ اللّهُ عَلَى الْمُؤمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولاً مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ
وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُواْ مِن قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُّبِينٍ

“Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata”. (QS : Ali ‘Imron [3] :164).

Di sini jelas sekali allah menjelaskan bahwa misi pertama dari pengutusan seorang rasul adalah untuk tazkiyah an-nufus (penyucian jiwa) dan meluruskan perjalanan seorang hamba menuju allah swt dan ini adalah merupakan tujuan ke tiga dari Pondok Pesantren Al Ghazali sabreh

Setelah para santri di bekali dengan ilmu dan amal Maka tujuan Pondok Pesantren Al Ghazali sabreh yang ketiga adalah tazkiyah yaitu pembinaan intuisi berupa penyucian hati dan jiwa dari sifat-sifat yang tercela untuk kemudian meneladani Ahlaq Rasulullah SAW dengan mujahadah dan riyadlah serta adzkar dari kitab Kholasotul Madad susunan Al-Habib Umar bin Hafidz tareem Hadra maut yaman dengan harapan kita semua bisa menjadi orang yang beruntung di dunia dan akhirat,

maka demi untuk melaksanakan tujuan yang ketiga inilah elhasani mengadakan pengajian kitab-kitab tasawuf seperti kitab Al Hikam karangan Ibnu Ato’illah As-sakandar dan juga para santri akan di bekali dengan berbagai aurad dan adzkar, mujahadah, qiyamul lail, serta teladan akhlaq yang baik kepada Allah, Rasulullah, para Wali, Ulama, Guru, sesama dan kepada seluruh mahluk Allah swt.

DAKWAH :

AD-DAKWAH

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Katakanlah (wahai Muhammad): “Inilah jalanku dan Orang-orang yang mengikutiku, menyeru manusia kepada agama Allah dengan berdasarkan keterangan dan bukti yang jelas nyata. Dan aku menegaskan: Maha suci Allah (dari segala iktiqad dan perbuatan syirik); dan bukanlah aku dari golongan yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain.” (Yusuf 12:108)”

Ayat di atas jelas bahwa jalan baginda rasul adalah berdakwah, Dakwah adalah mengajar sekaligus menyeru seluruh umat manusia kepada kebaikan yang diajarkan Rasulullah SAW. inilah merupakan tujuan ke empat Pondok Pesantren Al Ghazali sabreh yaitu : mencetak generasi pengajar / guru sekaligus pandai bendakwah dan penyeru seluruh umat ke jalan Allah SWT Dengan hikmah dan Mauidhoh Hasanah,   Dan dalam mewujudkan kegiatan ini Pondok Pesantren Al Ghazali sabreh mengadakan wajib Tabligh setiap malamnya dan khitobah setiap minggunya untuk melatih mental para santri di dalam berdakwah  serta mengenalkan santr kepada usub dakwah nabawiyah.